Cara Mengatasi Menopause Secara Alami

Ini 11 Tanda Awal Menopause, Dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Saat mengalami masa-masa menopause, tubuh wanita banyak mengalami perubahan. Mulai dari area organ intim hingga kekencangan kulit.

11 Tanda Awal Menopause, Dan Cara Mengatasinya Secara Alami
Cara Mengatasi Menopause Secara Alami

Gejala dan tandanya sudah dapat Anda kenali sejak dini. Ada yang mulai dengan gejala menyenangkan atau juga yang menyakitkan. Simak 11 tanda awal ketika wanita mulai menopause :

  1. Insomnia

Insomnia atau masalah tidur juga rentan dialami wanita yang memasuki usia menopause. Dia sering terbangun di malam hari atau malah bangun terlalu cepat di waktu pagi. Perasaan cemas kerap memicu insomnia pada saat wanita memasuki masa menopause.

Langkah sederhana untuk memperbaiki jam tidur yakni salah satunya dengan menghindari makanan dan minuman yang menyulitkan waktu tidur seperti coklat, kafein, atau alkohol

  1. Penurunan produksi estrogen

Hormon estrogen sangat berperan penting bagi kesehatan wanita. Tapi sayangnya saat menopause mulai muncul, Anda dapat mengalami penurunan produksi hormon. Efeknya sangat bervariasi, mulai dari gairah seks menurun hingga mood swing meningkat.

Padahal estrogen mengatur siklus menstruasi dan mempengaruhi bagian tubuh mulai sistem reproduksi, saluran kemih, jantung, pembuluh darah, tulang, payudara, kulit, rambut, membran mukosa, otot panggul, hingga otak.

  1. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil atau inkontinensia juga kerap dialami oleh wanita di masa pra-menopause. Anda mungkin telah mengalami kehilangan elastisitas jaringan uretra dan otot pelvis.

Untuk melawannya, coba sering-seringlah menghidrasi tubuh Anda. Lalu, hindari minuman beralkohol dan lakukan senam kegel agar otot Miss V tetap kencang.

 

  1. Perubahan siklus haid

Masa siklus menopause saat mendekati usia 50 tahun mungkin tidak teratur seperti saat masa muda. Ya, hal ini dipengaruhi oleh siklus menstruasi tidak teratur. Anda mungkin bisa mengalami waktu yang maju atau mundur setiap bulan menstruasi.

  1. Panas dingin

Banyak wanita mengeluhkan tubuh panas dingin saat menopause. Gejala ini penting diperhatikan karena membuat Anda tak nyaman. Biasanya tandanya dimulai dari leher terasa panas. Lalu bagian wajah juga sering berkeringat, meski cuaca tidak panas.

Nah, intensitasnya berkisar sering atau biasa saja. Umumnya, terjadi pada waktu 30 detik hingga 10 menit saat bangun tidur. Biasanya hal ini terjadi saat dua tahun menstruasi terakhir sebelum menopause muncul.

  1. Kekeringan Miss V

Anda juga tak memiliki pelumas alami saat berhubungan seks. Akibatnya, Miss V menjadi kering dan nyeri sekali saat bersenggama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya produksi estrogen. Lansia sangat sering mengalaminya, apalagi memasuki masa menopause.

  1. Misa V sering gatal

Karena Miss V kekeringan, akibatnya Anda mengalami rasa gatal ekstrem. Rasanya gatal menyengat dan rasa terbakar. Ini terjadi setelah Anda buang air kecil. Maka jangan abaikan dan konsultasi dengan dokter segera saat mengalami hal ini.

  1. Infeksi saluran kemih

Selama menopause, beberapa wanita mungkin mengalami lebih banyak infeksi saluran kemih (ISK). Hal ini terjadi karena penurunan kadar estrogen dan perubahan saluran kemih, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.

Jika Anda merasakan dorongan terus-menerus ingin buang air kecil dan sensasinya seperti terbakar, konsultasi dengan dokter segera agar tak memicu dampak lainnya.

  1. Menurunnya gairah seks

Jangan sampai Anda mengalami penurunan libido saat hendak memasuki masa menopause. Hal ini dapat dicegah dengan diri sendiri. Masalahnya, Anda bisa mengecewakan si dia ketika diajak bersenggama. Anda jadi tak bersemangat untuk menikmati momen itu.

10. Gangguan suasana hati (mood)

Perubahan produksi hormon dapat mempengaruhi suasana hati wanita yang sedang menghadapi menopause. Beberapa wanita mengalami gangguan seperti cepat marah, depresi, dan suasana hati yang mudah berubah. Penting bagi Anda untuk tahu bahwa perubahan hormon dapat mempengaruhi otak Anda, dan kondisi Anda ini sangat wajar untuk dialami.

11. Perubahan kulit dan rambut

Seiring dengan bertambahnya usia, penurunan jaringan lemak dapat membuat kulit Anda lebih kering dan tipis. Berkurangnya estrogen juga dapat membuat rambut Anda lebih rapuh dan kering. Hindari penggunaan produk perawatan rambut dengan bahan kimia yang terlalu kuat, karena dapat memperparah kerusakan rambut.

Cara Mengatasi secara Alami

Untuk mengatasi tanda-tanda menopause, Anda dapat memanfaatkan pil KB, terapi hormon, dan obat untuk mengurangi keluhan yang telah diresepkan dokter. Sebenarnya tidak hanya obat-obatan, berikut beberapa cara untuk mengatasi keluhan tanda-tanda menopause secara alami :

  • Kedelai

Kandungan isoflavone dalam kedelai merupakan bagian dari fitoestrogen yang menurut beberapa penelitian bermanfaat mengurangi keluhan tanda-tanda menstruasi. Meski masih membutuhkan bukti klinis lebih jauh, namun Anda dapat mengonsumsi kedelai dalam bentuk tahu, tempe, atau susu kedelai, yang selain sehat juga mungkin bisa membantu mengurangi keluhan Anda.

  • Ginseng

Ginseng kemungkinan dapat mengatasi gejala menopause seperti kelelahan, kecemasan, dan juga stres yang dialami wanita semasa menopause. Untuk mendapatkan manfaat ginseng ini, Anda dapat mencampurkannya ke dalam teh yang biasa dikonsumsi.

  • Latihan Kegel

Latihan Kegel dapat dilakukan sebagai salah satu cara yang mungkin bisa membantu Anda mengelola frekuensi buang air kecil. Cara ini dilakukan dengan mengencangkan otot panggul bawah. Sehingga diyakini dapat melatih Anda mengatasi keluhan seringnya buang air kecil yang kerap muncul menjelang menopause.

  • Yoga

Yoga ditengarai mampu melatih ketenangan serta meredakan depresi dan sifat emosional yang biasa dialami wanita menopause. Selain mampu membuat emosi menjadi lebih stabil dan membantu Anda lebih tenang dalam masa transisi ini, olahraga yoga juga dapat menyehatkan tubuh secara menyeluruh.

  • Akupunktur

Akupunktur mungkin menjadi alternatif terapi hormon yang bagi wanita yang mengalami sensasi rasa panas dan depresi saat menopause. Bila memungkinkan, pilihlah akupunktur medis yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis akupunktur.

Tanda-tanda menopause kemungkinan akan mengganggu kondisi kesehatan tubuh Anda. Jika hal tersebut sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Minum LADYFEM HERBAL

Memperlambat masa menopause.

Menopause umumnya ditandai dengan perubahan hormon saat masa transisi yang disebut dengan premenopause.
Transisi ini terjadi dalam jangka waktu beberapa tahun, dan berakhir satu tahun sebelum mengalami menstruasi terakhir.
Fase ini dimulai saat berusia menjelang 50 tahun, namun hal ini dapat terjadi lebih cepat dan dengan waktu yang lebih singkat pada perempuan yang mengalami menopause dini atau sebelum berusia 40 tahun.
Salah 1 manfaat ladyfem adalah mencegah menopause dini pada wanita.
“saya tahu laydem tidak bisa untuk mengobati menopouse & memang sepengetahuan saya menopuse tidak bisa dicegah karena merupakan kodrat alami wanita, tapi ladyfem bisa memperlambat terjadinya menopouse karena menurut distributor ABE kandungan herbal di ladyfem menyeimbangkan hormon kewanitaan, sehingga saya menjadi lebih percaya diri dimana usia saya yang sudah kepala 4… selain itu saya konsumsi ladyfem tubuh saya menjadi energik tidak mudah lelah… “
(ibu Helen – Tangerang)

error: WA 0895802751982 UNTUK PEMESANAN ORIS BREAST CREAM